Dampak Gagal Perencanaan, Rekonstruksi Boduho Kini Rusak Parah
![]() |
| Foto saat menancap cerucuk batang kelapa |
TURIANISURA.COM, Nias Utara - Usai jatuh tempo masa pengerjaan Ronstruksi Boduho di Tu'indrao Desa Hilimbosi Kecamatan Sitolu'ori Kabupaten Nias Utara, kini keadaan bangunan tersebut semakin Parah dan memprihatinkan, Selasa (13/01/2026)
Terpantau awak media pada Senin (12/01/2026), tampak alat berat berupa excavator sedang melakukan pekerjaan menancap cerucuk batang kelapa.
Dikonfimasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Andika Mendrofa via pesan WhatsApp, Senin (12/01/2026), ia menjelaskan bahwa kegiatan menancap cerucuk batang kelapa pada bangunan Rekonstruksi Boduho adalah rekomendasi penanganan oleh tenaga ahli.
" Itu pekerjaan menancap cerucuk batang kelapa sesuai rekomendasi penanganan oleh tenaga ahli, setelah mereka turun lapangan akhir-akhir ini ", ujar Andika.
Sementara itu, salah seorang aktivis penggiat Anti Korupsi, Agusman Zega menegaskan bahwa pada pekerjaan rekonstruksi di Boduho gagal perencanaan sehingga mengakibatkan hasil dan mutu pekerjaan sia-sia dan menghambur-hamburkan uang negara.
Agus menjelaskan bahwa terkait penanganan Rekonstruksi di Boduho, sesungguhnya ada beberapa metode atau opsi yang patut dilihat dan dibandingkan mana yang lebih tepat digunakan untuk penanganannya.
" Menurut saya Borpile (atau bored pile) dan tiang pancang (piled slab) adalah metode rekayasa geoteknik yang efektif untuk menahan tekanan tanah lateral dan mentransfer beban struktur ke lapisan tanah yang lebih kuat di kedalaman. Tapi masalah di Boduho ini kan, terjadinya pergeseran tanah yang artinya tanah tersebut bisa keluar melalui celah Borpile apalagi kalau pemasangan Borpile tidak sampai pada dasar tanah yang kuat, itu bisa saja terjadi ", ujar Agusman Zega.
" Sebaiknya, dengan kondisi tanah tersebut dilakukan penanaman riol dan posisi tegak dan disusun rapat lalu diisi dengan sirtu ataupun tanah untuk menahan riol tidak bergeser. Disamping biayanya minim dibanding pemasangan Borpile, juga kokoh ", jelas Agus menambahkan.
Pantauan awak media, keadaan rekonstruksi di Boduho saat ini belum bisa dimanfaatkan sementara sudah melewati masa waktu pelaksanaan.
Berharap kepada pemerintah setempat segera melakukan penanganan secara serius.

Posting Komentar