Bupati Nias Utara Hadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat Dan Daerah Tahun 2026
![]() |
| Gambar : Foto Bupati Nias Utara Bersama Wamendagri Bima Arya (Istimewa) |
Acara ini di buka secara resmi oleh Presiden RI dan di hadiri Wakil Presiden RI, Menteri dan Wamen Kabinet Merah Putih, Kapolri, Panglima TNI, Jaksa Agung RI, Kepala BIN RI, Ketua KPK RI, dan Seluruh Kepala Daerah se-Indonesia serta Tamu Undangan lainnya.
Pada Pidato Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan beberapa hal yang sangat serius dan menjadi tanggung jawab bersama yaitu :
1. Mengingatkan seluruh kepala daerah dan pemimpin di berbagai tingkatan untuk tidak menyerah dalam upaya menghilangkan kemiskinan di Indonesia. Prabowo menekankan bahwa kekayaan alam bangsa sangat melimpah, namun pengelolaannya masih belum maksimal.
Prabowo menyatakan kemiskinan tidak boleh diterima sebagai kondisi yang biasa.
Prabowo menggugah seluruh pemimpin untuk membulatkan tekad membenahi diri, lingkungan, dan lingkaran masing-masing. Prabowo menyerukan persatuan lintas partai dan menghapus sekat-sekat permusuhan masa lalu yang tidak lagi relevan.
"Mari kita bertekad menyelamatkan dan menjaga kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat. Mari kita bersatu, tidak ada urusan saudara berasal dari partai mana. Jangan kita terlibat dalam sekat-sekat yang timbul karena sejarah. Kita belajar dari sejarah.
Prabowo juga menolak sikap ragu-ragu dan pesimistis dalam menghadapi tantangan kemiskinan.
“Kita harus bersatu berjuang menghilangkan kemiskinan bangsa Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh mengatakan ‘Apa bisa? Apa mampu?’ Selalu menimbulkan keraguan,”Ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh menyerah sebelum bertanding, karena kemiskinan yang masih tinggi tidak bisa diterima mengingat potensi kekayaan yang dimiliki.
2. Saya ingin sampaikan kepada para kepala daerah bahwa masalah bangsa ini sekarang, juga yang sangat krusial adalah masalah sampah. Sampah ini menjadi masalah. Diproyeksikan hampir semua TPA sampah akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat,” kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2).
Ia mengatakan saat ini pemerintah pusat telah menginisiasi program mengubah sampah jadi energi (Waste-to-Energy) di 34 titik. Total investasi untuk proyek ini mencapai 3,5 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp58 triliun.
“Saya minta groundbreaking beberapa bulan ini dilaksanakan. Ini kita perkirakan dua tahun lagi sudah berfungsi,” ucap dia.
Menurut Prabowo, perlu sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi masalah sampah. Namun, karena situasi mendesak, pemerintah pusat akan memimpin proyek ini.
Ia menuturkan saat ini sudah ada inisiatif dari sejumlah bupati untuk mengatasi persoalan sampah dan Pemerintah pusat tengah mempelajari hal tersebut. (PZ)

Posting Komentar