Pencemaran PDAM Tirtanadi Unit Lahewa Kian Memanas, Berdampak Tutupnya Dapur MBG
![]() |
| Foto Saat melakukan aksi damai |
Ratusan warga yang tergabung dalam aliansi "Gema Nias Utara" menggelar aksi di kantor PDAM Tirtanadi Unit Lahewa dan Kantor Camat Lahewa. “Ironisnya, saat aksi tidak ada satu pun perwakilan dari Pemkab yang hadir memberi penjelasan. Dari sini terlihat ketidakseriusan pemerintah menemukan penyebab pencemaran,” tegas Aris Harefa, perwakilan Gema Nias Utara.
Puncak kekecewaan warga terjadi saat Dinas Lingkungan Hidup Nias Utara menggelar pengambilan sampel air limbah SPPG pada 28 April 2026, sehari setelah aksi damai Gema Nias Utara pada 27 April. Surat permohonan pendampingan pengambilan sampel limbah Nomor 000/92/DLH/2026 itu menyasar SPPG Fadorositolu Hili dan SPPG Pasar Lahewa.
“Ini bukan untuk menangani pencemaran air PDAM, tapi untuk urusan dapur MBG yang sudah dihentikan BGN. Pemerintah seperti sengaja membiarkan rakyat menderita tanpa solusi air bersih,” kata Aris.
Anehnya, Tim ahli yang hadir dalam pengambilan sampel disebut, diduga didanai pemilik SPPG, bukan pemerintah.
“Patut kita curigai ada permainan antara pemerintah dan yayasan pengelola Dapur MBG,” lanjutnya.
Lebih jauh, Aris menjelaskan bahwa disaat melakukan pemeriksaan atau pengambilan sampel, tim memeriksa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) baru yang sedang dikerjakan, sebagaimana terlihat dari postingan FB staf Kantor Camat Lahewa berinisial MB pada 22 April 2026. Sementara IPAL lama yang dulu jadi tempat pembuangan akhir limbah, tidak diperiksa.
![]() |
| Foto IPAL yang baru dipasang |
Aris juga meragukan apakah tim DLH sudah memastikan IPAL baru itu benar-benar berfungsi. “Saya tidak tahu apakah tim yang diundang sudah mengecek IPAL baru ini bisa dioperasikan atau tidak.” gumamnya
Gema Nias Utara menyatakan : meragukan hasil uji laboratorium dari sampel yang diambil 28 April 2026. “Ini bukan hasil uji akhir limbah dari IPAL yang selama ini dipakai Yayasan pengelola MBG,” tegas Aris.
Hingga kini, warga Lahewa masih belum mendapat kepastian kapan pasokan air bersih PDAM Tirtanadi Unit Lahewa kembali normal. Gema Nias Utara mendesak Pemkab Nias Utara transparan mengungkap penyebab pencemaran dan serius menangani krisis air, bukan hanya fokus pada persoalan Dapur MBG.
Red


Posting Komentar