News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kejari Gunungsitoli Tetapkan Komisioner BAWASLU Inisial NAL Sebagai Tersangka Pungli dan Penyalahgunaan SPPD

Kejari Gunungsitoli Tetapkan Komisioner BAWASLU Inisial NAL Sebagai Tersangka Pungli dan Penyalahgunaan SPPD

Foto Tersangka NAL (tengah)

TURIANISURA.COM, Gunungsitoli - Melalui proses penyelidikan hingga tahap penyidikan, pihak Kejaksaan Negeri Gunungsitoli melalui Tim Jaksa Penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus, telah melakukan penahanan terhadap tersangka inisial NAL selaku Komisioner Bawaslu Kota Gunungsitoli TA.2023, Kamis (04/12/2025)

Penahanan terhadap Tersangka NAL atas dugaan Tindak Pidana Korupsi Berupa Pemungutan Liar Pada Pembayaran Honor Dan Penyalahgunaan Pembayaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Gunungsitoli Ta. 2023. 

Berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : TAP-18/L.2.22/Fd.1/11/2025 tanggal 21 November 2025; Bahwa berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRINT- 17/L.2.22/Fd.1/11/2025 tanggal 21 November 2025 ditemukan 2 (dua) alat bukti sesuai Pasal 184 KUHAP dan berdasarkan hasil Penyidikan diduga Tersangka NAL melakukan tindak pidana korupsi selaku Komisioner Bawaslu Kota Gunungsitoli Ta. 2023 dengan melakukan Pemungutan Liar Pada Pembayaran Honor Dan Penyalahgunaan Pembayaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Gunungsitoli Ta. 2023;

Sebelum dilakukannya penahanan terhadap Tersangka NAL, terlebih dahulu NAL dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Dokter di Puskesmas Gunungsitoli dan dinyatakan sehat. 

Selanjutnya NAL dibawa ke Rumah Tahanan Negara (RUTAN) di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Klas II B Gunungsitoli untuk ditahan selama 20 hari sejak tanggal 04 Desember 2025 sampai dengan tanggal 23 Desember 2025.

Tersangka NAL disangka telah melanggar Primair : Pasal 12 huruf e Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana Subsidair : Pasal 12 huruf e Jo Pasal 12 A Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Kejaksaan Negeri Gunungsitoli menegaskan komitmennya untuk terus berjuang di garda terdepan dalam pemberantasan korupsi, menjaga integritas hukum, dan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum sekaligus menunjukkan bahwa Kejaksaan Negeri Gunungsitoli bekerja secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pemulihan ekonomi nasional melalui penyelamatan aset dan uang negara dari tindak pidana korupsi. 

Pengembangan kasus ini terus didalami oleh Tim Penyidik terutama terhadap pihak-pihak yang melakukan atau turut serta melakukan perbuatan korupsi, khususnya dalam Pemungutan Liar Pada Pembayaran Honor Dan Penyalahgunaan Pembayaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Gunungsitoli pada Tahun Anggaran 2023.

Rilis _red

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar