News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Progres Rekonstruksi Jalan Boduho Capai 93,61%, Hasil Kerja Rekanan Di Istimewakan

Progres Rekonstruksi Jalan Boduho Capai 93,61%, Hasil Kerja Rekanan Di Istimewakan

 

Foto kondisi Rekonstruksi Jalan Boduho 
TURIANISURA.COM, Nias Utara - Alih-alih pekerjaan Rekonstruksi Jalan Boduho Desa Hilimbosi Kecamatan Sitolu'ori yang dikerjakan pada tanggal 27 Maret 2025 hingga kini belum selesai yang seharusnya rampung pada 21 Desember 2025 (270 hari) kalender, anehnya Dinas PUTR Kabupaten Nias Utara melalui Pejabat Pembuat Komitmen Andika Mendrofa mengatakan bahwa progres Rekonstruksi Jalan Boduho sudah mencapai 93,61 %.

Diketahui pada papan informasi bahwa beberapa item kegiatan yang dilaksanakan, yakni : Divisi Umum, Sistem Managemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), Drainase, Pekerjaan Tanah dan Geosintetik, perkerasan berbutir, perkerasan aspal, Struktur, pekerjaan harian dan pekerjaan lain-lain.

Sementara itu, melalui PPK Andika menjelaskan via pesan WhatsApp, Rabu (21/1/2026) bahwa dari sisa prosentase pekerjaan yang 6,49 % tersebut yakni : pekerjaan base A, pekerjaan aspal, pekerjaan mobilisasi perawatan aspal, cor bahu kiri dan kanan, dialihkan pada pemancangan kayu kelapa, dan bungkus geotextile, serta penimbunan.

" sisa pekerjaan 6,49% seperti Pekerjaan base A, Pekerjaan aspal, Pekerjaan mobilisasi peralatan aspal, serta Pekerjaan cor bahu kiri dan kanan, dialihkan pada pemancangan atau cerucuk batang kelapa dan bungkus geotextil, serta penimbunan, itu sesuai rekomendasi tenaga ahli ".

Ditambahkan : " sementara akibat keterlambatan pekerjaan, maka kita memberikan penambahan waktu kepada rekanan hingga 26 Februari 2026 ini tanpa denda keterlambatan ", tambah Andika.

Foto batang kelapa yang di tanam
Ketua tim investigasi dari DPD LIRA Kabupaten Nias Utara, Agusman Zega menjelaskan bahwa terjadinya Perubahan item pekerjaan hingga terjadi jatuh tempo pelaksanaan, diduga kuat karena gagalnya perencanaan awal.

" Saya menduga bahwa hal ini terjadi karena gagal perencanaan awal sehingga dampaknya menjadi buruk, tapi anehnya rekanan di istimewakan dalam ini. Istimewanya adalah : diberi penambahan waktu tanpa ada denda keterlambatan, lalu progres kerjanya sudah mencapai 93,61 %. Sementara kondisi dilapangan jauh dari capaian kinerja, tentu itu namanya di istimewakan ", ujar Agus kesal.

Agus berharap kedepan agar pemerintah dalam memilih rekanan agar berhati-hati, jangan karena pertimbangan hubungan sosial atau hubungan penguasa, sehingga dampaknya berimbas pada masyarakat yang mengharapkan manfaat hasil kerjanya, harap Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa proyek pembangunan Rekonstruksi Jalan Boduho diduga Gagal perencanaan.





Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar