Kemarau Panjang Picu Pengambilan Batu EMAS Di Lahan Prrtanian Dan Hutan Lindung Doumaga, Bolmong
![]() |
| Foto lahan kering |
BOLANG
(SULAWESI UTARA) TURIANISURA.COM —
Kemarau panjang yang melanda wilayah Desa Torout, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow, berdampak berat bagi para petani. Sawah dan ladang mengering, tak bisa ditanami, memicu warga mengambil langkah yang justru merugikan dan membahayakan lahan pertanian serta kawasan hutan lindung.
Sawah Mengering, Warga Beralih Mengambil Batu Emas
Karena lahan pertanian kering dan tidak bisa ditanami, masyarakat berbondong-bondong masuk ke lahan petani — termasuk kawasan hutan lindung yang dikelola warga — untuk menggali dan mengambil batu yang diduga mengandung emas, lalu dijual demi menghidupi keluarga.
Akibatnya, ladang dan saluran irigasi yang seharusnya dijaga justru berlubang-lubang dan rusak parah.
Para pemilik sawah dan ladang merasa tidak berdaya melarang aktivitas tersebut. Jika dilarang, dikhawatirkan memicu keributan dan tindakan anarkis. Ketika hendak melapor ke pihak berwajib, muncul keraguan karena warga yang mengambil material menyatakan lahan tersebut adalah "milik pemerintah."
Seorang petani yang ditemui awak media menyampaikan keprihatinan dan permohonannya:
"Sawah kami terancam. Ladang yang kami kelola sudah dilubangi masyarakat untuk mengambil batu yang menghasilkan emas. Sumber penghidupan kami dirusak. Mohon aparat segera turun dan berikan perlindungan kepada kami para petani di pinggiran irigasi ini."
Tuntutan Masyarakat
Pemerintah dan aparat segera hadir memberikan perlindungan hukum kepada pemilik lahan
Aktivitas pengambilan material di lahan pertanian dan hutan lindung ditertibkan secara tertib tanpa menimbulkan keributan
Solusi jangka panjang agar warga tidak terpaksa merusak lingkungan hanya demi bertahan hidup saat musim kemarau
(Selvy Olly — Kaperwil Sulut, Turianisura)

Posting Komentar