News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Saipar Dolok Hole: Pupuk Bersubsidi Hilang, Mafia Diduga Kuasai Pasokan

Saipar Dolok Hole: Pupuk Bersubsidi Hilang, Mafia Diduga Kuasai Pasokan

 

Foto: ilustrasi 
TAPSEL (SUMATERA UTARA) TURIANISURA.COM |Kelangkaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Saipar Dolok Hole kini bukan sekadar masalah keterlambatan pasokan. Ini sudah berbau pengaturan sengaja: pupuk yang seharusnya di tangan petani, justru hilang dari gerai resmi, lalu muncul di pasar gelap dengan harga melonjak. Para petani menuding adanya jaringan mafia pupuk yang menguasai aliran barang demi keuntungan pribadi, Minggu (4/10/2026)

 "Saya datang pukul 03.00 pagi, sudah mengantre sampai jam 9, tapi katanya barang tidak ada. Padahal di toko kelontong desa, pupuk itu ada — harganya Rp 250.000 per karung, padahal harga subsidi cuma Rp 120.000," geram Bapak ,NN. petani dari Desa padang mandailing Garugur

 "Kami bukan tidak mau bertani, tapi kami dipaksa beli mahal. Kalau begini, modal habis duluan sebelum padi menguning," tambahnya dengan suara gemetar.

Fakta yang mencurigakan: jumlah alokasi pupuk yang tercatat dikirim ke wilayah Saipar Dolok Hole tidak sama dengan yang benar-benar dikeluarkan dari gerai resmi. Sebagian besar diduga dialihkan oleh oknum yang bekerja sama dengan pengecer tidak resmi.

 "Sumber kami menyebutkan, ada truk pengangkut pupuk bersubsidi yang tidak masuk ke penyalur yang dituju, melainkan langsung dibawa ke daerah lain atau dijual lewat jalur gelap," ungkap koordinator kelompok tani setempat yang enggan disebut namanya demi keselamatan.

 Ini bukan kebetulan. Ini sistem yang diatur: stok dikurangi di gerai resmi agar petani terpaksa beli harga pasar yang dikuasai kelompok yang sama.

 Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Selatan hingga kini belum memberikan jawaban memuaskan. Padahal keluhan sudah masuk berulang kali. Warga menduga kuat ada keterlibatan oknum di dalam sistem yang melindungi jaringan ini.

 "Jangan cuma janji tambah pasokan. Kami mau tahu: siapa yang menggelapkan pupuk kami? Siapa yang melindunginya?" tegas perwakilan petani Saipar Dolok Hole. "Kalau tidak segera ditindak, kami turun ke jalan. Kami tidak akan diam melihat mata pencaharian kami dirampok di depan mata."

 Sampai saat ini, belum ada pihak yang diproses hukum. Sementarai itu, musim tanam semakin mendesak — jika tidak segera ada solusi, ribuan hektar sawah di Saipar Dolok Hole terancam gagal tanam total.

(Pardomuan)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar