Proyek Pembangunan Di Nias Utara Dengan Nilai Anggaran Rp 6,8 Miliar Isinya Batang Kelapa
![]() |
| Foto lokasi Rekonstruksi Jalan Boduho |
Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Andika Mendrofa menjelaskan bahwa kegiatan menancap cerucuk batang kelapa pada bangunan Rekonstruksi Jalan Boduho adalah rekomendasi penanganan oleh tenaga ahli.
" Itu pekerjaan menancap cerucuk batang kelapa sesuai rekomendasi penanganan oleh tenaga ahli, setelah mereka turun lapangan akhir-akhir ini ", ujar Andika.
Ditambahkan bahwa terkait dengan keterlambatan pekerjaan atau sudah jatuh tempo, kini kepada pelaksana kegiatan masih diberikan penambahan waktu hingga Bulan Februari 2026 dan tidak dikenakan denda keterlambatan, ujar Andika.
Namun ketika dikonfirmasi via pesan WhatsApp terkait berapa banyak cerucuk batang kelapa yang ditanam, dan apakah ada penambahan anggaran seiring bertambahnya item pekerjaan ?
Namun hingga berita ini dilansir, belum ada tanggapan.
Hasil pantauan awak media pada Senin 19/01/2026 tampak mobil sedang mengangkut batang kelapa di lokasi Rekonstruksi Jalan Boduho.
Ristian Hulu selaku pelaksana kegiatan saat dikonfirmasi via selular pada Selasa 20/01/2026; ia menjelaskan bahwa progres pekerjaan yang ia laksanakan sesungguhnya sudah mencapai 93%, namun yang dibayarkan masih berkisar 85%, dan mungkin itu karena retensi dalam proyek.
Namun akhir-akhir ini terjadi musibah dalam pekerjaan sehingga bertambahnya item pekerjaan yakni menanam cerucuk batang kelapa sebanyak 156 batang dengan ukuran panjang 10 meter, sehingga saya diberi perpanjangan waktu hingga 26 Februari 2026.
Kemudian dengan adanya item pekerjaan cerucuk batang kelapa, maka untuk item pengaspalan ditiadakan, karena anggaran untuk pengaspalan dialihkan pada pengadaan cerucuk batang kelapa, jelas Ristian Hulu.
Masyarakat setempat berharap agar pekerjaan Rekonstruksi Jalan Boduho dapat selesai sesuai jadwal dan berfungsi sesuai perencanaan awal.

Posting Komentar