Proyek U-DHIT Jalan Kuta Baru–Kuta Bumi Disorot Diduga Abaikan Transparansi Dan Keselamatan Kerja
![]() |
| Foto proyek |
TANGERANG (BANTEN) TURIANISURA.COM
Proyek pembangunan saluran drainase berbentuk U-Dhit di sepanjang Jalan Raya Kuta Baru–Kuta Bumi, khususnya wilayah RW 06, Kelurahan Kuta Baru, Kabupaten Tangerang, kini menuai sorotan tajam dari masyarakat dan awak media. Proyek yang mulai dikerjakan awal Oktober 2026 ini diduga mengabaikan dua aspek krusial: transparansi informasi publik serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Berdasarkan pemantauan di lapangan pada 4 Oktober 2026, papan informasi proyek tidak terlihat terpasang di lokasi pekerjaan. Hal ini memunculkan pertanyaan warga: berapa nilai anggarannya, dari mana sumber dananya, siapa pelaksananya, dan kapan proyek ini selesai? Tanpa informasi tersebut, warga sulit mengawasi jalannya pembangunan.Ketika dikonfirmasi, Kasi Trantib Kelurahan Kuta Baru, Kankan, mengaku telah mengingatkan pihak terkait:
Penerapan standar keselamatan kerja di lokasi proyek dinilai sangat minim:Pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap. Area galian minim rambu peringatan dan penanda keselamatan
Barikade pengaman belum memadai, membahayakan pengendara roda dua maupun roda empatDikabarkan sempat terjadi insiden kecelakaan lalu lintas di area pekerjaan yang diduga berkaitan dengan lemahnya pengamanan lokasi.
Warga: Pekerjaan Terburu-buru & Merugikan Warga setempat, Hamsudin, menyampaikan kekhawatirannya: Pekerjaan seharusnya sesuai prosedur. Di lapangan terlihat seperti asal pasang U-Dhit tanpa lantai kerja atau cor dasar. Debu juga tidak diantisipasi."Warga juga melaporkan adanya kerusakan akibat pekerjaan:
Kabel jaringan internet terputus
Kabel PLN mengalami ledakan di lokasi pekerjaan
"Jangan sampai pembangunan yang seharusnya bermanfaat justru merugikan masyarakat. Pekerjaan perlu ditinjau kembali," tegas Hamsudin. Sekretaris Kelurahan Kuta Baru, Abdul Muhyi, S.IP., M.Tr.I.P., menyambut baik proyek tersebut namun menegaskan pentingnya pengawasan:
"Kami mengapresiasi pembangunan drainase ini. Terima kasih kepada pemerintah daerah. Namun, pengawasan harus tetap berjalan. Pekerjaan harus profesional dan sesuai petunjuk teknis."
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaktransparanan, lemahnya penerapan K3, insiden kecelakaan, serta kerusakan jaringan utilitas di lokasi pekerjaan. Masyarakat berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti temuan ini.
(KAPERWIL BANTEN)

Posting Komentar